anak2 dan berantakan

Entah bagaimana caranya, tapi anak-anak selalu berhasil membuat sebuah ruangan menjadi sangat berantakan. Darimana mereka memperoleh ide, juga barang-barang dan begitu banyak energi untuk mampu melakukan demolition terhadap setiap ruangan yang mereka masuki, merupakan sebuah misteri bagi saya.

Janji Tante Usi

Sudah berbulan-bulan blog ini terlantar karena si tante Usi sedang sibuk dengan pikirannya sendiri dan tidak tahu apa yang dikerjakannya, sementara itu begitu banyak cerita tentang Jason dan Joshua yang tercecer begitu saja tanpa dicatat, padahal tadinya sudah berjanji untuk membuat catatan dengan cermat dan kontinyu. Ternyata, saya tidak memiliki kemampuan mendisiplin diri. Tapi belum terlambat untuk mulai lagi. Saya berjanji kepada diri sendiri, blog ini akan di update dengan rajin. Setelah membaca Paloma saya menyadari betapa pentingnya memperhatikan anak2, dan orang2 yang kita kasihi, sebab hidup ini begitu rapuh, dan walaupun segala sesuatu terjadi karena alasan2 tertentu, namun tidak selalu alasan2 itu dapat kita temukan jawabannya, atau bilapun kita menemukannya tidak dapat mengembalikan apa yang sudah hilang.

Ah, saya jadi emosional rasanya. Apalagi mengingat bagaimana hari Kamis yang lalu (28 Mei 2009), Joshua yang terlalu bersemangat meloncat-loncat mendaki tangga karena ngotot harus memakai celana jeans yang panjang sekali karena mau jalan2 ke mal bersama mama-nya, terjatuh/terpeleset dan dagunya robek cukup dalam karena membentur tepian antara anak tangga terakhir dan lantai atas. Hal-hal yang tidak disangka-sangka dapat terjadi pada anak-anak, terutama karena mereka bergerak dan menjalani hidup ini dengan semangat ingin tahu dan ingin mencoba dan seringkali sulit sekali mengerti bahwa hal-hal yang kelihatannya menyenangkan bisa jadi berbahaya.

Saya memutuskan untuk berbahagia, dan mencurahkan segenap konsentrasi saya kepada apa yang ada, anak2 adalah bagian terpenting dari lingkaran tersebut.

Joshua sudah sembuh!

Setelah lima hari terkurung di Rumah Sehat Pusat Pertamina (RSPP) kamar nomor 104, akhirnya Joshua boleh pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, dia langsung menengok Pet Society, setelah itu tidur sampai jam 8 malam, bukan karena sengaja tidak dibangunkan melainkan karena semua ketiduran sampai jam segitu, maklum, hari Jumat dan karena lega tidak perlu bolak-balik gantian jaga di RSPP. Saya sendiri keasyikan ngetik sampai tidak ingat waktu.

Pokoknya Joshua sudah sehat kembali, itu yg terpenting. Tidak ada lagi makan yupi gummy maupun makanan dan minuman yang aneh2 lagi. Hehehe.. akhirnya, kampanye saya melawan junk food dan segala macam makanan yang tidak perlu, kini didengarkan oleh pihak yang berwenang. Entah sampai berapa lama, yang pasti, untuk sementara waktu ini situasi aman terkendali!

Joshua diopname

Sudah tiga hari ini Joshua diopname di RSPP. Infeksi perut. Jadi mikir, dia makan apa ya? Selain Yuppy Gummy yang sering dibelikan oleh Oma dan mama-nya, kayaknya makanannya sehat-sehat saja. Sungguh, saya sangat curiga kepada Yuppy Gummy itu, apalagi Joshua kalau memakannya sampai habis satu plastik itu sendirian, karena kan memang lembek2 gitu dan ga terlampau manis seperti Jelly. Seringkali saya yang ngomel2 kalau dia makan permen itu kebanyakan. Itu kan ga bagus!

Catatan ini untuk diingat2 supaya jangan lagi makan Yuppy Gummy kayak orang kalap.

Gigi Mulai Rontok

"Tante Usi, gigi Jason mulai rontok," kata Jason suatu hari. Saya tertegun. "Rontok?"

"Iya lah," katanya Jason sambil tersenyum-senyum, "gigi itu sama seperti daun-daun di pohon, bisa rontok lalu nanti akan tumbuh lagi yang baru, jadi tante Usi tidak perlu takut kalau gigi Jason nanti rontok. Oke?"

Saya tersenyum dan mengangguk-angguk, anak kecil itu, atau haruskah saya menyebutnya sebagai pria kecil itu sudah belajar untuk menjadi seorang lelaki yang menenangkan orang-orang disekelilingnya dengan logikanya yang mencengangkan.

Hari Sabtu tanggal 28 Februari kemarin, gigi depan Jason yang di bagian bawah rontok satu.

Jason yang tidak rapih

Jason punya kebiasaan sangat jelek, yaitu selalu meninggalkan 'jejak-jejak' dimana-mana. Jejak yang dimaksudkan di sini adalah segala sesuatu yang berantakan, nah itu adalah perbuatan Jason. Susah sekali untuk mengembalikan sesuatu pada tempatnya. Sehingga akibatnya dia sendiri yang kesulitan menemukan sepatunya, dasinya, buku agendanya, pensil-pensilnya.

Suatu saat dia pasti akan kelimpungan tentang yang satu ini. Dan saya sedang mencari jalan paling jitu untuk mengajari dia merapikan barang miliknya sendiri. Karena kalau ditegur ketika barangnya ada yang hilang, maka kambing hitamnya pastilah Joshua, sebab Joshua memang termasuk hobi mengumpulkan barang-barang milik Jason. Masalahnya adalah, Jason harus belajar bertanggung jawab terhadap miliknya, terutama alat-alat sekolahnya.

Hmm..

Jason, Joshua dan Agenda-nya Joshua

Sejak hari ini saya akan membuat catatan kecil perkembangan Jason dan Joshua.

Joshua sekarang sudah mulai masuk Playgroup, yaitu Tumble Tot. Saya juga sudah membuatkan facebook untuk Jason dan Joshua yang bisa dilihat di sidebar sebelah kanan layar.

Kegunaan dari account tersendiri di facebook ini agar mereka dapat bermain Yoville atau Mindjolt dari account mereka sendiri tanpa mengganggu account-nya tante Usi tentu saja, hehe.

Sementara saya menulis catatan ini, Joshua memberitahukan saya bahwa dia juga mempunyai buku agenda, dan hanya dia yang boleh memegang buku agenda tersebut. Jason berteriak ih pelit banget siy adek ini, pelit! Demikianlah teriakan2 pagi ini, dan Jason yang sedang membaca ketikan saya langsung berteriak lagi, HA?! lalu dia berjalan ke pintu dan mengancam tidakl mau bermain dengan adiknya kalau adiknya tidak memperbolehkan dia melihat agenda tsb. OK sudah mulai terjadi ancam mengancam gara2 buku agenda. Wakakakaaa...

 
©2009 Crita2 Jason & Joshua | by TNB